RENCANA PROSES
PEMBELAJARAN
RPP NOMOR 1
Sekolah :
SMA Negeri 2 Kefamenanu
Mata Pelajaran : Bahasa Indonesia
Kelas/Semester : X/1
Materi Pokok : Isi pokok laporan hasil observasi
Alokasi Waktu : 4 x 45 menit (2 kali pertemuan)
A.
Tujuan
Pembelajaran
Setelah proses
pembelajaran ini, peserta didik mampu:
|
·
Menentukan isi pokok yang tersirat dalam teks
laporan hasil observasi
·
Menentukan isi pokok yang tersurat dalam teks
laporan hasil observasi
·
Menentukan hal-hal yang dilaporkan, dalam teks
laporan hasil observasi.
·
Menentukan ciri kebahasaan dalam teks laporan
hasil observasi.
·
Menafsirkan teks laporan hasil observasi
berdasarkan strukturnya.
·
Menafsirkan teks laporan hasil observasi
berdasarkan ciri kebahasaannya.
·
Menafsirkan teks laporan hasil observasi berdasarkan
isinya.
·
Mempresentasikan teks laporan hasil observasi
·
Menanggapi teks laporan hasil observasi
|
B.
Kompetensi
Dasar dan Indikator Pencapaian Kompetensi
|
KOMPETENSI DASAR
|
INDIKATOR
|
||
|
3.1
|
Mengidentifikasi
teks laporan hasil observasi yang dipresentasikan dengan lisan dan tulis
|
3.1.1
|
Menentukan isi pokok yang tersirat dalam teks laporan hasil
observasi
|
|
3.1.2
|
Menentukan isi pokok yang tersurat dalam teks laporan hasil
observasi
|
||
|
3.1.3
|
Menentukan hal-hal yang dilaporkan, dalam teks laporan hasil
observasi.
|
||
|
3.1.4
|
Menentukan ciri kebahasaan dalam teks laporan hasil observasi.
|
||
|
4.1
|
Menginterpretasi
isi teks laporan hasil observasi berdasarkan interpretasi baik secara lisan
maupun tulis
|
4.1.1
|
Menafsirkan teks laporan hasil observasi berdasarkan strukturnya.
|
|
4.1.2
|
Menafsirkan teks laporan hasil observasi berdasarkan ciri
kebahasaannya.
|
||
|
4.1.3
|
Menafsirkan teks laporan hasil observasi berdasarkan isinya.
|
||
|
4.1.4
|
Mempresentasikan teks laporan hasil observasi
|
||
|
4.1.5
|
Menanggapi teks laporan hasil observasi
|
||
C.
Materi
Pembelajaran
|
Isi pokok laporan hasil observasi:
·
pernyataan umum;
·
hal yang dilaporkan;
·
deskripsi bagian;
·
deskripsi manfaat; dan
·
maksud isi teks (tersirat dan tersurat).
|
D.
Metode
Pembelajaran
|
Metode pembelajaran pada KD 3.8
|
Metode pembelajaran pada KD 4.8
|
|
Discovery Learning
|
Project Based Learning
|
E.
Media
Pembelajaran
|
·
Teks Jengkol
|
·
Teks Melati
|
F.
Sumber
Belajar
|
Setiani,
Indah Wukir dan Artini, M.G. Santi. 2013. Cakap Berbahasa Indonesia Kelas X
SMA. Bogor: Yudhistira.
|
G.
Langkah-langkah
Pembelajaran
Pertemuan Pertama
|
Pendahuluan (15 menit)
|
|
·
Guru memberi salam kepada siswa
·
Guru mengkondisikan peserta didik (mempersilahkan
salah satu siswa berdoa setelah itu mengecek kehadiran siswa)
·
Peserta didik merespons pertanyaan dari guru
berhubungan dengan pembelajaran sebelumnya
·
Peserta didik menerima informasi tentang
keterkaitan pembelajaran sebelumnya dengan pembelajaran yang akan
dilaksanakan.
·
Peserta didik menerima informasi kompetensi, materi,
tujuan, manfaat, dan langkah pembelajaran yang akan dilaksanakan
|
|
Inti (60 menit)
|
|
·
Guru membagi peserta didik dalam beberapa kelompok
·
Guru menyampaikan strategi pembelajaran
·
Peserta didik mendengarkan atau membaca teks laporan hasil observasi
·
Peserta didik menentukan isi pokok yang tersirat
dalam teks laporan hasil observasi
·
Peserta didik menentukan isi pokok yang tersurat
dalam teks laporan hasil observasi
·
Peserta didik menemukan hal-hal yang dilaporkan,
dalam teks laporan hasil observasi.
·
Peserta didik menentukan ciri kebahasaan dalam
teks laporan hasil observasi.
·
Peserta didik melaporkan hasil pekerjaannya
·
Guru memberikan penilaian terhadap pekerjaan siswa
|
|
Penutup (15 menit)
|
|
·
Guru memberikan umpan balik terhadap hasil
pekerjaan terutama tentang ketercapaian kompetensi
·
Guru memberikan umpan balik terhadap hasil
pekerjaan terutama tentang ketidaktercapaian kompetensi
·
Guru memberikan motivasi terhadap peserta didik
·
Guru memberikan tugas kepada peserta didik yang
belum mencapai IPK
|
Pertemuan kedua
|
Pendahuluan (15 menit)
|
|
·
Guru memberi salam kepada siswa
·
Guru mengkondisikan peserta didik (mempersilahkan
salah satu siswa berdoa setelah itu mengecek kehadiran siswa)
·
Peserta didik merespons pertanyaan dari guru
berhubungan dengan pembelajaran sebelumnya
·
Peserta didik menerima informasi tentang
keterkaitan pembelajaran sebelumnya dengan pembelajaran yang akan
dilaksanakan.
·
Peserta didik menerima informasi kompetensi,
materi, tujuan, manfaat, dan langkah pembelajaran yang akan dilaksanakan
|
|
Inti (60 menit)
|
|
·
Guru menyampaikan strategi pembelajaran
·
Guru membagi peserta didik dalam beberapa kelompok
·
Peserta didik menafsirkan teks laporan hasil
observasi berdasarkan strukturnya.
·
Peserta didik menafsirkan teks laporan hasil
observasi berdasarkan ciri kebahasaannya.
·
Peserta didik menafsirkan teks laporan hasil
observasi berdasarkan isinya.
·
Peserta didik mempresentasikan teks laporan hasil
observasi
·
Peserta didik menanggapi teks laporan hasil
observasi
|
|
Penutup (15 menit)
|
|
·
Guru memberikan umpan balik terhadap hasil
pekerjaan terutama tentang ketercapaian kompetensi
·
Guru memberikan umpan balik terhadap hasil
pekerjaan terutama tentang ketidaktercapaian kompetensi
·
Guru memberikan motivasi terhadap peserta didik
·
Guru memberikan tugas kepada peserta didik yang
belum mencapai IPK
|
H.
Penilaian
Hasil Pembelajaran
|
Jenis Penilaian
|
Teknik
Penilaian
|
|
a.
Penilaian Pengetahuan
|
Tes
Tertulis (uraian terikat) – instrument
terlampir
|
|
b.
Penilaian Keterampilan
|
Tes
Lisan – instrument terlampir
|
Kefamenanu, …..
……………… …….
|
Mengetahui,
Kepala SMA
Negeri 2 Kefamenanu
Jukundus Toan,
S.Pd
NIP: 19690611
199801 1 002
|
Tim Guru Mata
Pelajaran
Priska Rou
Lagamakin, S.Pd
NIP : -
|
RINGKASAN MATERI
1.
Pengertian
Teks laporan adalah
teks yang berisi penjabaran umum/melaporkan sesuatu berupa hasil dari
pengamatan (observasi). Teks laporan (report) ini juga disebut teks klasifikasi
karena memuat klasifikasi mengenai jenis-jenis sesuatu berdasarkan kriteria
tertentu. Jenis teks ini mendeskripsikan atau menggambarkan bentuk, ciri, atau
sifat umum (general) seperti benda, hewan, tumbuh-tumbuhan, manusia, atau
peristiwa yang terjadi di alam semesta kita.
Kesimpulan:
Teks laporan hasil observasi adalah teks laporan yang memuat klasifikasi
mengenai jenis sesuatu berdasarkan kriteria.
2.
Tujuan Teks Laporan Hasil Observasi
Tujuannya adalah melaporkan
hasil observasi secara sistematis dan objektif berupa hasil pengamatan untuk
memecahkan suatu persoalan atau menguji suatu hipotesis.
3.
Ciri Umum Teks Laporan Hasil Observasi
a.
Bersifat
objektif dan tidak memihak
b.
Harus
ditulis berdasarkan fakta yang terjadi pada saat pengamatan.
c.
Tidak
mengandung hal-hal yang bersifat menyimpang, dugaan-dugaan yang tidak tepat
atau pemihakan terhadap sesuatu
d.
Ditulis
secara lengkap dan sempurna
e.
Sifatnya
universal dan global
4.
Struktur Teks Laporan Hasil Observasi
a.
Pernyataan
Umum = Pembukaan berisi pengertian atau gambaran secara luas mengenai hal yang
akan dibahas dalam teks tersebut
b.
Anggota/aspek
yang dilaporkan: Berisikan rincian atau gambaran khusus mengenai objek yang
dibahas (dapat berisi deskripsi bagian, deskripsi manfaat, fungsi-fungsinya,
sifat, kebiasaan hidup, perilakunya maupun efek negatif)
5.
Maksud
isi teks (tersirat dan tersurat).
a.
Maksud
tersirat
Makna
terseirat disebut juga makna implisit adalah makna/arti/frasa/kalimat yang
untuk mengetahuinya perlu membaca keseluruhan isi (baik kalimat utama maupun
kalimat penjelassannya), karena tidak dituliskan secara langsung.
b.
Maksud
tersurat
Makna tersurat
diseubut juga makna eksplisit adalah makna/arti/frasa/kalimat yang untuk
mengetahuinya cukup membaca sekilas, karena telah dituliskan secara langsung.
6.
Ciri
kebahsaan teks laporan hasil observasi
a.
Adanya
frase/kelompok kata
Frase adalah
gabungan dua kata atau lebih yang sifatnya tidak predikatif; gabungan itu dapat
rapat, dapat renggang; mis. gunung tinggi
adalah frase karena merupakan konstruksi nonpredikatif; konstruksi ini berbeda
dengan gunung itu tinggi yang bukan
frase karena bersifat predikatif.
b.
Kata
sifat/adjektiva
c.
Kalimat
definisi
Kalimat
yang mengandung pengertian. Ditandai kata adalah, yaitu, merupakan.
d.
Adanya
konjungsi dan, tetapi
e.
Kalimat
simplek ( kalimat yang terdiri dari satu verba)
f.
Kalimat
kompleks (kalimat yang terdiri dari dua atau lebih verba)
g.
Kata
kerja/ verba
h.
Kata
benda/ nomina
i.
Menggunakan
berbagai istilah teknis/ilmiah
j.
Persamaan
kata/ sinonim
k.
Lawan
kata/ antonim
A.
Kegiatan
Pembelajaran KD 3.1
Peserta didik:
1.
Menentukan
isi pokok yang tersirat dalam teks laporan hasil observasi
2.
Menentukan
isi pokok yang tersurat dalam teks laporan hasil observasi
3.
Menentukan
hal-hal yang dilaporkan, dalam teks laporan hasil observasi.
4.
Menentukan
ciri kebahasaan dalam teks laporan hasil observasi.
Soal
untuk KD 3.1
Bacalah
teks yang berjudul “Jengkol”, kemudian jawablah pertanyaan yang menyertainya!
1.
Tentukanlah
isi pokok yang tersirat dalam teks laporan hasil observasi “Jengkol”!
2.
Tentukanlah
isi pokok yang tersurat dalam teks laporan hasil observasi “Jengkol”!
3.
Tentukanlah
hal-hal yang dilaporkan, dalam teks laporan hasil observasi “Jengkol”!
4.
Tentukanlah
ciri kebahasaan dalam teks laporan hasil observasi “Jengkol”!
Jengkol
Jering atau jengkol (Archidendron pauciflorum)
adalah tumbuhan khas di wilayah Asia Tenggara. Bijinya
digemari di Malaysia, Thailand, dan Indonesia sebagai
bahan pangan.
Jengkol termasuk suku polong-polongan (Fabaceae). Buahnya berupa polong dan bentuknya gepeng berbelit
membentuk spiral, berwarna
lembayung tua. Biji buah berkulit ari tipis dengan warna cokelat mengilap.
Dalam keadaan matang bijinya keras,
namun berubah menjadi lunak dan empuk setelah direbus atau sedikit liat setelah
digoreng. Tekstur inilah
yang membuatnya disukai, walaupun beberapa orang juga menyukai konsumsi biji
mudanya dalam keadaan mentah yang jauh lebih keras dan pahit. Kulit biji
memiliki getah berwarna keunguan yang meninggalkan jejak yang sulit dihapus
dari pakaian. Semakin tua,warna biji akan mengarah ke warna kuning dan akhirnya
merah atau coklat setelah benar-benar matang.
Jengkol diketahui dapat mencegah diabetes dan bersifat diuretik dan baik untuk kesehatan jantung. Tanaman jengkol diperkirakan juga mempunyai kemampuan
menyerap air tanah yang tinggi sehingga bermanfaat
dalam konservasi air di suatu tempat.
Efek
negatif jengkol adalah bau tidak sedap pada urin dan keringat yang muncul
setelah mengonsumsi bijinya, terutama bila dimakan segar sebagai lalap. Selain
itu, mengonsumsi berlebihan biji jengkol dapat menyebabkan terjadinya
penumpukan kristal di saluran urin, yang disebut "jengkolan". Ini terjadi karena
jengkol mengandung asam jengkolat yang
tinggi dan sukar larut di air pada pH yang asam. Konsumsi berlebihan akan menyebabkan terbentuknya kristal dan mengganggu urinasi.
Kunci
jawaban:
1.
Isi
pokok yang tersirat dalam teks laporan hasil observasi “Jengkol” adalah
|
Paragraf
|
Setiap paragraf
|
Kata Kunci
|
Ide Pokok
|
|
1
|
Ada
2 hal yang dilaporkan dalam paragraf 1 yaitu:
2.
Bijinya digemari
di Malaysia, Thailand, dan Indonesia sebagai bahan pangan.
|
Pengertian Jengkol
|
|
|
2
|
Ada
7 hal yang dilaporkan dalam paragraf 2 yaitu:
4.
Dalam keadaan matang bijinya keras, namun berubah
menjadi lunak dan empuk setelah direbus atau sedikit liat setelah digoreng.
5.
Tekstur inilah
yang membuatnya disukai, walaupun beberapa orang juga menyukai konsumsi biji
mudanya dalam keadaan mentah yang jauh lebih keras dan pahit.
6.
Kulit biji
memiliki getah berwarna keunguan yang meninggalkan jejak yang sulit dihapus
dari pakaian.
7.
Semakin tua,warna
biji akan mengarah ke warna kuning dan akhirnya merah atau coklat setelah
benar-benar matang.
|
Ciri-ciri jengkol
|
Buahnya berupa polong dan bentuknya
gepeng berbelit membentuk spiral, berwarna lembayung tua.
|
|
3
|
Ada
2 hal yang dilaporkan dalam paragraf 3 yaitu:
1.
Jengkol diketahui
dapat mencegah diabetes dan bersifat diuretik dan baik untuk kesehatan jantung.
2.
Tanaman jengkol
diperkirakan juga mempunyai kemampuan menyerap air tanah yang tinggi sehingga
bermanfaat dalam konservasi air di suatu tempat.
|
Manfaat jengkol
|
Jengkol dapat mencegah diabetes, baik
untuk jantung dan mampu menyerap air.
|
|
4
|
Ada
4 hal yang dilaporkan dalam paragraf 4 yaitu:
1.
Efek negatif jengkol adalah bau tidak sedap pada
urin dan keringat yang muncul setelah mengonsumsi bijinya, terutama bila
dimakan segar sebagai lalap.
2.
Selain itu, mengonsumsi berlebihan biji jengkol
dapat menyebabkan terjadinya penumpukan kristal
di saluran urin, yang disebut "jengkolan".
3.
Ini terjadi
karena jengkol mengandung asam jengkolat yang tinggi
dan sukar larut di air pada pH yang asam.
|
Efek negatif jengkol
|
Efek negatif dari jengkol adalah bau
tidak sedap dan mengganggu urinasi.
|
|
Kesimpulannya: Hal yang dilaporkan
dalam teks 1 yaitu mengenai pengertian, ciri, manfaat dan efek negatif
jengkol.
|
|||
2.
Perhatikanlah
teks di atas kemudian tentukanlah struktur teksnya!
|
Struktur paragraf
|
Letak stuktur dalam teks
|
Kesimpulannya
|
|
Pernyataan Umum
(Paragraf 1)
|
Bijinya digemari di Malaysia,
Thailand, dan Indonesia sebagai bahan pangan.
|
Pengertian
Jengkol
|
|
Anggota/aspek yang dilaporkan
(Paragraf 2)
|
Jengkol termasuk suku
polong-polongan (Fabaceae). Buahnya berupa polong dan bentuknya gepeng berbelit
membentuk spiral, berwarna lembayung tua. Biji buah berkulit ari tipis dengan warna cokelat mengilap. Dalam keadaan matang bijinya keras,
namun berubah menjadi lunak dan empuk setelah direbus atau sedikit liat
setelah digoreng. Tekstur inilah yang
membuatnya disukai, walaupun beberapa orang juga menyukai konsumsi biji
mudanya dalam keadaan mentah yang jauh lebih keras dan pahit. Kulit biji memiliki getah berwarna keunguan yang meninggalkan
jejak yang sulit dihapus dari pakaian. Semakin tua,warna biji akan mengarah ke warna kuning dan akhirnya merah
atau coklat setelah benar-benar matang.
|
Ciri-ciri
jengkol
|
|
Anggota/aspek yang dilaporkan
(Paragraf 3)
|
Tanaman jengkol diperkirakan
juga mempunyai kemampuan menyerap air tanah yang tinggi sehingga
bermanfaat dalam konservasi air di suatu tempat.
|
Manfaat
jengkol
|
|
Anggota/aspek yang dilaporkan
(Paragraf 4)
|
Efek negatif jengkol
adalah bau tidak sedap pada urin dan keringat yang muncul setelah mengonsumsi
bijinya, terutama bila dimakan segar sebagai lalap. Selain itu, mengonsumsi
berlebihan biji jengkol dapat menyebabkan terjadinya penumpukan kristal di saluran urin, yang disebut "jengkolan". Ini terjadi karena jengkol mengandung asam jengkolat yang tinggi
dan sukar larut di air pada pH yang asam. Konsumsi berlebihan akan menyebabkan terbentuknya kristal dan mengganggu urinasi.
|
Efek
negatif jengkol
|
3.
Tentukanlah
ciri kebahasaannya!
|
1
|
Frase/kelompok
kata
|
Tumbuhan khas, wilayah Asia Tenggara, suku polong-polongan, bentuknya
gepeng berbelit, membentuk spiral, setelah direbus, bau tidak sedap, kesehatan
jantung, dll.
|
|
2
|
Kalimat
definisi
|
· Efek negatif
jengkol adalah bau tidak sedap pada urin dan keringat yang muncul setelah
mengonsumsi bijinya, terutama bila dimakan segar sebagai lalap.
|
|
3
|
Kata
Sifat
|
Khas,
digemari, lembayung tua, tipis, cokelat mengkilap, keras, lunak, empuk, liat,
disukai, mentah, keras, pahit, sulit, tua, kuning, merah, cokelat, matang,
baik, bau tidak sedap, segar, tinggi.
|
|
4
|
Konjungsi
dan, tetapi
|
· Bijinya digemari di Malaysia, Thailand, dan Indonesia sebagai bahan
pangan.
· Semakin tua,warna biji akan mengarah ke warna kuning
dan akhirnya merah atau coklat setelah benar-benar matang.
|
|
5
|
Kalimat
simplek
|
|
|
6
|
Kalimat
kompleks
|
·
Dalam keadaan matang bijinya keras, namun berubah
menjadi lunak dan empuk setelah direbus atau sedikit liat setelah digoreng.
·
Tekstur inilah
yang membuatnya disukai, walaupun beberapa orang juga menyukai konsumsi biji mudanya
dalam keadaan mentah yang jauh lebih keras dan pahit.
·
Kulit biji
memiliki getah berwarna keunguan yang meninggalkan jejak yang sulit dihapus
dari pakaian.
·
Tanaman jengkol
diperkirakan juga mempunyai kemampuan menyerap air tanah yang tinggi sehingga
bermanfaat dalam konservasi air di suatu tempat.
·
Efek negatif jengkol
adalah bau tidak sedap pada urin dan keringat yang muncul setelah mengonsumsi
bijinya, terutama bila dimakan segar sebagai lalap.
·
Selain itu, mengonsumsi berlebihan biji jengkol
dapat menyebabkan terjadinya penumpukan kristal
di saluran urin, yang disebut "jengkolan".
·
Ini terjadi
karena jengkol mengandung asam jengkolat yang tinggi
dan sukar larut di air pada pH yang asam.
|
|
7
|
Kata
kerja/ verba
|
Berbelit,
membentuk, berubah, direbus, digoreng, membuatnya, konsumsi, meninggalkan, dihapus,
mengarah, mencegah, diperkirakan, kemampuan, menyerap, mengonsumsi, dimakan,
menyebabkan, mengandung, mengganggu.
|
|
8
|
Kata
benda/ nomina
|
Jering,
jengkol, Asia Tenggara, bijinya, buahnya, biji, buah, kulit biji, getah,
pakaian, jantung, tanaman jengkol, air tanah, air, suatu tempat, urin,
keringat, lalap, saluran urin, kristal.
|
|
9
|
Istilah
teknis/ilmiah
|
Archidenron
pauciflorum, Fabaceae, diabetes, diuretik, kesehatan jantung, konservasi,
urin, kristal, saluran urin, asam jengkolat, larut, pH, urinasi.
|
|
10
|
Sinonim
|
Jering
= jengkol, lunak = empuk, disukai = digemari
|
|
11
|
Antonim
|
Keras
x lunak, mentah x matang, direbus x digoreng
|
Penilaian 3.1
|
No
|
Aspek
|
Nilai
|
skor mx
|
|||
|
11-15
|
6-10
|
2-5
|
1
|
20
|
||
|
1.
|
Isi pokok yang
tersirat dalam teks laporan hasil observasi
|
Sesuai
|
Cukup sesuai
|
Kurang sesuai
|
Tidak sesuai
|
|
|
2
|
Isi
pokok yang tersurat dalam teks laporan hasil observasi
|
11-15
|
6-10
|
2-5
|
1
|
20
|
|
Sesuai
|
Cukup sesuai
|
Kurang sesuai
|
Tidak sesuai
|
|
||
|
3.
|
Menentukan
hal-hal yang dilaporkan, dalam teks laporan hasil observasi.
|
11-15
|
6-10
|
2-5
|
1
|
20
|
|
Sesuai
|
Cukup sesuai
|
Kurang sesuai
|
Tidak sesuai
|
|
||
|
4.
|
Menentukan
ciri kebahasaan dalam teks laporan hasil observasi.
|
11-15
|
6-10
|
2-5
|
1
|
|
|
Sesuai
|
Cukup sesuai
|
Kurang sesuai
|
Tidak sesuai
|
|
||
|
Total Skor
|
60
|
|||||
|
Penilaian:
|
||||||
B.
Kegiatan
Pembelajaran KD 4.1
Peserta didik:
1.
Menafsirkan
teks laporan hasil observasi berdasarkan strukturnya.
2.
Menafsirkan
teks laporan hasil observasi berdasarkan ciri kebahasaannya.
3.
Menafsirkan
teks laporan hasil observasi berdasarkan isinya.
4.
Mempresentasikan
teks laporan hasil observasi
5.
Menanggapi
teks laporan hasil observasi
Soal
untuk KD 4.1
Bacalah teks “Melati” kemudian kerjakanlah
latihan berikut!
1.
Tafsirkanlah
teks laporan hasil observasi berdasarkan strukturnya!
2.
Tafsirkanlah
teks laporan hasil observasi berdasarkan ciri kebahasaannya (kalimat definisi,
kata sifat)!
3.
Tafsirkanlah
teks laporan hasil observasi berdasarkan isinya!
4.
Presentasikanlah teks laporan hasil observasi yang telah
dikerjakan!
5.
Tanggapilah
teks laporan hasil observasi yang dipresentasikan teman kalian!
Melati
Melati
merupakan tanaman bunga hias berupa perdu berbatang tegak yang hidup menahun.
Melati merupakan genus dari semak dan tanaman merambat dalam keluarga zaitun (Oleaceae).
Di
Indonesia, salah satu jenis melati dijadikan sebagai "puspa bangsa"
atau simbol nasional yaitu melati putih (Jasminum sambac), karena bunga ini
melambangkan kesucian dan kemurnian, serta dikaitkan dengan berbagai tradisi
dari banyak suku di negara ini. Bunga ini merupakan suatu keharusan hiasan
rambut pengantin dalam upacara perkawinan berbagai suku di Indonesia, terutama
suku Jawa dan Sunda. Jenis lain yang juga populer adalah melati gambir (J.
officinale). Di Indonesia nama melati dikenal oleh masyarakat di seluruh
wilayah nusantara.
Bunga melati bermanfaat untuk
bunga tabur, bahan industri minyak wangi, kosmetika, parfum, farmasi, penghias
rangkaian bunga dan bahan campuran atau pengharum teh, seperti teh melati yang
populer di Indonesia. Air rendaman bunga yang telah bermalam digunakan sebagai
penyegar untuk mencuci muka.
Tapal
daun-daun dari beberapa jenis melati dipakai untuk mengobati bisul dan sakit
kulit. Daun-daun ini juga digunakan sebagai obat kumur untuk mengobati seriawan
dan pembengkakan gusi.
Ekstrak
akar beberapa jenis melati dimanfaatkan sebagai penurun demam. Rebusan akar
melati atau rendaman bunganya dipakai untuk mengatasi radang peparu, bronkitis,
dan juga asthma. Akar yang ditumbuk dijadikan tapal untuk menyembuhkan keseleo
atau patah tulang. Tingtur (ekstrak dalam alkohol) akar J. sambac memiliki
khasiat kuat sebagai penenang (sedativa), anestetik, dan penyembuh luka.
Jawaban:
1.
Struktur
teks laporan hasil observasi!
|
No
|
Isi teks
|
Struktur teks
|
|
1
|
Paragraf 1
|
Pernyataan umum
|
|
2
|
Paragraf 2
|
Anggota/aspek yang dilaporkan
|
|
3
|
Paragraf 3
|
Anggota/aspek yang dilaporkan
|
|
4
|
Paragraf 4
|
Anggota/aspek yang dilaporkan
|
|
5
|
Paragraf 5
|
Anggota/aspek yang dilaporkan
|
2.
Teks
laporan hasil observasi berdasarkan ciri kebahasaannya (kalimat definisi, kata
sifat)!
|
No
|
Isi Teks
|
Ciri
kebahasaan
|
|
1.
|
Melati
merupakan tanaman bunga hias berupa perdu berbatang tegak yang hidup menahun.
|
Kalimat
definisi
|
|
2.
|
Bunga ini
merupakan suatu keharusan hiasan rambut pengantin dalam upacara perkawinan
berbagai suku di Indonesia, terutama suku Jawa dan Sunda.
|
Kalimat
definisi
|
|
3.
|
Paragraf 1: Hias,
tegak, hidup.
|
Kata sifat
|
|
4.
|
Paragraf 2: Putih,
kesucian, kemurnian, tradisi, popular, dikenal.
|
Kata sifat
|
|
5.
|
Paragraf 3:
Wangi, popular.
|
Kata
sifat
|
|
6.
|
Paragraf 4: -
|
Kata
sifat
|
|
7.
|
Paragraf 5:
demam, khasiat, kuat.
|
Kata
sifat
|
3.
Isi
teks laporan hasil observasi.
|
No
|
Isi teks
|
Struktur teks
|
|
1
|
Paragraf 1: Pengertian melati
|
Pernyataan umum
|
|
2
|
Paragraf 2: Jenis melati
|
Anggota/aspek yang dilaporkan
|
|
3
|
Paragraf 3:Manfaat bunga melati
|
Anggota/aspek yang dilaporkan
|
|
4
|
Paragraf 4: Manfaat daun melati
|
Anggota/aspek yang dilaporkan
|
|
5
|
Paragraf 5: Manfaat akar melati
|
Anggota/aspek yang dilaporkan
|
4.
Presentasi
laporan hasil observasi
5.
Tanggapan
hasil laporan teman
|
No
|
Aspek
|
Nilai
|
Skor
maks.
|
||||||
|
1
|
Kesesuaian
isi teks
|
Sesuai
(20)
|
Cukup
(11-19)
|
Kurang
(5-10)
|
Tidak
(1-5)
|
20
|
|||
|
Total
skor 1
|
20
|
||||||||
|
2
|
Mempersentasikan
teks
|
||||||||
|
·
Dengan santun
|
Santun
(20)
|
Cukup
(11-19)
|
Kurang
(5-10)
|
Tidak
(1-5)
|
20
|
||||
|
·
Kepercaan diri
|
Sangat
(20)
|
Cukup
(11-19)
|
Kurang
(5-10)
|
Tidak
(1-5)
|
20
|
||||
|
·
Penggunaan
bahasa yang komuikatif
|
Sesuai
(20)
|
Cukup
(11-19)
|
Kurang
(5-10)
|
Tidak
(1-5)
|
20
|
||||
|
Total
skor 2
|
60
|
||||||||
|
3
|
Mengomentari
teks
|
||||||||
|
·
Dengan santun
|
Santun
(20)
|
Cukup
(11-19)
|
Kurang
(5-10)
|
Tidak
(1-5)
|
20
|
||||
|
·
Kepercaan diri
|
Sangat
(20)
|
Cukup
(11-19)
|
Kurang
(5-10)
|
Tidak
(1-5)
|
20
|
||||
|
Total
skor 3
|
40
|
||||||||
|
Total
skor 1+2+3
|
120
|
||||||||
|
Penilaian:
|
|
||||||||
Tidak ada komentar:
Posting Komentar