Senin, 03 Juli 2017

RPP BAHASA INDONESIA K-13 VERSI REVISI 2016 KELAS X SMA, KD 3.1 DAN 4.1

RENCANA PROSES PEMBELAJARAN
RPP NOMOR 1

Sekolah                 : SMA Negeri 2 Kefamenanu
Mata Pelajaran    : Bahasa Indonesia
Kelas/Semester    : X/1
Materi Pokok       : Isi pokok laporan hasil observasi
Alokasi Waktu     : 4 x 45 menit (2 kali pertemuan)

A.      Tujuan Pembelajaran
Setelah proses pembelajaran ini, peserta didik mampu:
·         Menentukan isi pokok yang tersirat dalam teks laporan hasil observasi
·         Menentukan isi pokok yang tersurat dalam teks laporan hasil observasi
·         Menentukan hal-hal yang dilaporkan, dalam teks laporan hasil observasi.
·         Menentukan ciri kebahasaan dalam teks laporan hasil observasi.
·         Menafsirkan teks laporan hasil observasi berdasarkan strukturnya.
·         Menafsirkan teks laporan hasil observasi berdasarkan ciri kebahasaannya.
·         Menafsirkan teks laporan hasil observasi berdasarkan isinya.
·         Mempresentasikan teks laporan hasil observasi
·         Menanggapi teks laporan hasil observasi

B.      Kompetensi Dasar dan Indikator Pencapaian Kompetensi
KOMPETENSI DASAR
INDIKATOR
3.1
Mengidentifikasi teks laporan hasil observasi yang dipresentasikan dengan lisan dan tulis
3.1.1
Menentukan isi pokok yang tersirat dalam teks laporan hasil observasi
3.1.2
Menentukan isi pokok yang tersurat dalam teks laporan hasil observasi
3.1.3
Menentukan hal-hal yang dilaporkan, dalam teks laporan hasil observasi.
3.1.4
Menentukan ciri kebahasaan dalam teks laporan hasil observasi.
4.1 
Menginterpretasi isi teks laporan hasil observasi berdasarkan interpretasi baik secara lisan maupun tulis
4.1.1

Menafsirkan teks laporan hasil observasi berdasarkan strukturnya.
4.1.2
Menafsirkan teks laporan hasil observasi berdasarkan ciri kebahasaannya.
4.1.3
Menafsirkan teks laporan hasil observasi berdasarkan isinya.
4.1.4
Mempresentasikan teks laporan hasil observasi
4.1.5
Menanggapi teks laporan hasil observasi

C.      Materi Pembelajaran
Isi pokok laporan hasil observasi:
·         pernyataan umum;
·         hal yang dilaporkan;
·         deskripsi bagian;
·         deskripsi manfaat; dan
·         maksud isi teks (tersirat dan tersurat).

D.      Metode Pembelajaran
Metode pembelajaran pada KD 3.8
Metode pembelajaran pada KD 4.8
Discovery  Learning
Project Based Learning

E.       Media Pembelajaran
·         Teks Jengkol
·         Teks Melati

F.       Sumber Belajar
Setiani, Indah Wukir dan Artini, M.G. Santi. 2013. Cakap Berbahasa Indonesia Kelas X SMA. Bogor: Yudhistira.

G.      Langkah-langkah Pembelajaran
Pertemuan Pertama
Pendahuluan (15 menit)
·         Guru memberi salam kepada siswa
·         Guru mengkondisikan peserta didik (mempersilahkan salah satu siswa berdoa setelah itu mengecek kehadiran siswa)
·         Peserta didik merespons pertanyaan dari guru berhubungan dengan pembelajaran sebelumnya
·         Peserta didik menerima informasi tentang keterkaitan pembelajaran sebelumnya dengan pembelajaran yang akan dilaksanakan.
·         Peserta didik menerima informasi kompetensi, materi, tujuan, manfaat, dan langkah pembelajaran yang akan dilaksanakan
Inti (60 menit)
·         Guru membagi peserta didik dalam beberapa kelompok
·         Guru menyampaikan strategi pembelajaran
·         Peserta didik mendengarkan atau  membaca teks laporan hasil observasi
·         Peserta didik menentukan isi pokok yang tersirat dalam teks laporan hasil observasi
·         Peserta didik menentukan isi pokok yang tersurat dalam teks laporan hasil observasi
·         Peserta didik menemukan hal-hal yang dilaporkan, dalam teks laporan hasil observasi.
·         Peserta didik menentukan ciri kebahasaan dalam teks laporan hasil observasi.
·         Peserta didik melaporkan hasil pekerjaannya
·         Guru memberikan penilaian terhadap pekerjaan siswa
Penutup (15 menit)
·         Guru memberikan umpan balik terhadap hasil pekerjaan terutama tentang ketercapaian kompetensi
·         Guru memberikan umpan balik terhadap hasil pekerjaan terutama tentang ketidaktercapaian kompetensi
·         Guru memberikan motivasi terhadap peserta didik
·         Guru memberikan tugas kepada peserta didik yang belum mencapai IPK

Pertemuan kedua
Pendahuluan (15 menit)
·         Guru memberi salam kepada siswa
·         Guru mengkondisikan peserta didik (mempersilahkan salah satu siswa berdoa setelah itu mengecek kehadiran siswa)
·         Peserta didik merespons pertanyaan dari guru berhubungan dengan pembelajaran sebelumnya
·         Peserta didik menerima informasi tentang keterkaitan pembelajaran sebelumnya dengan pembelajaran yang akan dilaksanakan.
·         Peserta didik menerima informasi kompetensi, materi, tujuan, manfaat, dan langkah pembelajaran yang akan dilaksanakan
Inti (60 menit)
·         Guru menyampaikan strategi pembelajaran
·         Guru membagi peserta didik dalam beberapa kelompok
·         Peserta didik menafsirkan teks laporan hasil observasi berdasarkan strukturnya.
·         Peserta didik menafsirkan teks laporan hasil observasi berdasarkan ciri kebahasaannya.
·         Peserta didik menafsirkan teks laporan hasil observasi berdasarkan isinya.
·         Peserta didik mempresentasikan teks laporan hasil observasi
·         Peserta didik menanggapi teks laporan hasil observasi
Penutup (15 menit)
·         Guru memberikan umpan balik terhadap hasil pekerjaan terutama tentang ketercapaian kompetensi
·         Guru memberikan umpan balik terhadap hasil pekerjaan terutama tentang ketidaktercapaian kompetensi
·         Guru memberikan motivasi terhadap peserta didik
·         Guru memberikan tugas kepada peserta didik yang belum mencapai IPK

H.      Penilaian Hasil Pembelajaran
Jenis Penilaian
Teknik Penilaian
a.       Penilaian Pengetahuan
Tes Tertulis (uraian terikat) – instrument terlampir
b.       Penilaian Keterampilan
Tes Lisan – instrument terlampir

Kefamenanu, ….. ……………… …….
Mengetahui,
Kepala SMA Negeri 2 Kefamenanu





Jukundus Toan, S.Pd
NIP: 19690611 199801 1 002

Tim Guru Mata Pelajaran





Priska Rou Lagamakin, S.Pd
                      NIP : -







RINGKASAN MATERI

1.       Pengertian
Teks laporan adalah teks yang berisi penjabaran umum/melaporkan sesuatu berupa hasil dari pengamatan (observasi). Teks laporan (report) ini juga disebut teks klasifikasi karena memuat klasifikasi mengenai jenis-jenis sesuatu berdasarkan kriteria tertentu. Jenis teks ini mendeskripsikan atau menggambarkan bentuk, ciri, atau sifat umum (general) seperti benda, hewan, tumbuh-tumbuhan, manusia, atau peristiwa yang terjadi di alam semesta kita.
Kesimpulan: Teks laporan hasil observasi adalah teks laporan yang memuat klasifikasi mengenai jenis sesuatu berdasarkan kriteria.

2.       Tujuan Teks Laporan Hasil Observasi
 Tujuannya adalah melaporkan hasil observasi secara sistematis dan objektif berupa hasil pengamatan untuk memecahkan suatu persoalan atau menguji suatu hipotesis.

3.       Ciri Umum Teks Laporan Hasil Observasi
a.       Bersifat objektif dan tidak memihak
b.       Harus ditulis berdasarkan fakta yang terjadi pada saat pengamatan.
c.        Tidak mengandung hal-hal yang bersifat menyimpang, dugaan-dugaan yang tidak tepat atau pemihakan terhadap sesuatu
d.       Ditulis secara lengkap dan sempurna
e.        Sifatnya universal dan global

4.       Struktur Teks Laporan Hasil Observasi
a.    Pernyataan Umum = Pembukaan berisi pengertian atau gambaran secara luas mengenai hal yang akan dibahas dalam teks tersebut
b.    Anggota/aspek yang dilaporkan: Berisikan rincian atau gambaran khusus mengenai objek yang dibahas (dapat berisi deskripsi bagian, deskripsi manfaat, fungsi-fungsinya, sifat, kebiasaan hidup, perilakunya maupun efek negatif)

5.       Maksud isi teks (tersirat dan tersurat).
a.       Maksud tersirat
Makna terseirat disebut juga makna implisit adalah makna/arti/frasa/kalimat yang untuk mengetahuinya perlu membaca keseluruhan isi (baik kalimat utama maupun kalimat penjelassannya), karena tidak dituliskan secara langsung.
b.       Maksud tersurat
Makna tersurat diseubut juga makna eksplisit adalah makna/arti/frasa/kalimat yang untuk mengetahuinya cukup membaca sekilas, karena telah dituliskan secara langsung.

6.       Ciri kebahsaan teks laporan hasil observasi
a.       Adanya frase/kelompok kata
Frase adalah gabungan dua kata atau lebih yang sifatnya tidak predikatif; gabungan itu dapat rapat, dapat renggang; mis. gunung tinggi adalah frase karena merupakan konstruksi nonpredikatif; konstruksi ini berbeda dengan gunung itu tinggi yang bukan frase karena bersifat predikatif.
b.       Kata sifat/adjektiva
c.        Kalimat definisi
Kalimat yang mengandung pengertian. Ditandai kata adalah, yaitu, merupakan.
d.       Adanya konjungsi dan, tetapi
e.        Kalimat simplek ( kalimat yang terdiri dari satu verba)
f.        Kalimat kompleks (kalimat yang terdiri dari dua atau lebih verba)
g.        Kata kerja/ verba
h.       Kata benda/ nomina
i.         Menggunakan berbagai istilah teknis/ilmiah
j.         Persamaan kata/ sinonim
k.       Lawan kata/ antonim














A.      Kegiatan Pembelajaran KD 3.1
Peserta didik:
1.       Menentukan isi pokok yang tersirat dalam teks laporan hasil observasi
2.       Menentukan isi pokok yang tersurat dalam teks laporan hasil observasi
3.       Menentukan hal-hal yang dilaporkan, dalam teks laporan hasil observasi.
4.       Menentukan ciri kebahasaan dalam teks laporan hasil observasi.

Soal untuk KD 3.1
Bacalah teks yang berjudul “Jengkol”, kemudian jawablah pertanyaan yang menyertainya!
1.       Tentukanlah isi pokok yang tersirat dalam teks laporan hasil observasi “Jengkol”!
2.       Tentukanlah isi pokok yang tersurat dalam teks laporan hasil observasi “Jengkol”!
3.       Tentukanlah hal-hal yang dilaporkan, dalam teks laporan hasil observasi “Jengkol”!
4.       Tentukanlah ciri kebahasaan dalam teks laporan hasil observasi “Jengkol”!

Jengkol
Jering atau jengkol (Archidendron pauciflorum) adalah tumbuhan khas di wilayah Asia Tenggara. Bijinya digemari di Malaysia, Thailand, dan Indonesia sebagai bahan pangan.
Jengkol termasuk suku polong-polongan (Fabaceae). Buahnya berupa polong dan bentuknya gepeng berbelit membentuk spiral, berwarna lembayung tua. Biji buah berkulit ari tipis dengan warna cokelat mengilap. Dalam keadaan matang bijinya keras, namun berubah menjadi lunak dan empuk setelah direbus atau sedikit liat setelah digoreng. Tekstur inilah yang membuatnya disukai, walaupun beberapa orang juga menyukai konsumsi biji mudanya dalam keadaan mentah yang jauh lebih keras dan pahit. Kulit biji memiliki getah berwarna keunguan yang meninggalkan jejak yang sulit dihapus dari pakaian. Semakin tua,warna biji akan mengarah ke warna kuning dan akhirnya merah atau coklat setelah benar-benar matang.
Jengkol diketahui dapat mencegah diabetes dan bersifat diuretik dan baik untuk kesehatan jantung. Tanaman jengkol diperkirakan juga mempunyai kemampuan menyerap air tanah yang tinggi sehingga bermanfaat dalam konservasi air di suatu tempat.
Efek negatif jengkol adalah bau tidak sedap pada urin dan keringat yang muncul setelah mengonsumsi bijinya, terutama bila dimakan segar sebagai lalap. Selain itu, mengonsumsi berlebihan biji jengkol dapat menyebabkan terjadinya penumpukan kristal di saluran urin, yang disebut "jengkolan". Ini terjadi karena jengkol mengandung asam jengkolat yang tinggi dan sukar larut di air pada pH yang asam. Konsumsi berlebihan akan menyebabkan terbentuknya kristal dan mengganggu urinasi.

Kunci jawaban:
1.       Isi pokok yang tersirat dalam teks laporan hasil observasi “Jengkol” adalah
Paragraf
Setiap paragraf
Kata Kunci
Ide Pokok
1
Ada 2 hal yang dilaporkan dalam paragraf 1 yaitu:
1.       Jering atau jengkol (Archidendron pauciflorum) adalah tumbuhan khas di wilayah Asia Tenggara.
2.       Bijinya digemari di Malaysia, Thailand, dan Indonesia sebagai bahan pangan.
Pengertian Jengkol
Jering atau jengkol (Archidendron pauciflorum) adalah tumbuhan khas di wilayah Asia Tenggara.
2
Ada 7 hal yang dilaporkan dalam paragraf 2 yaitu:
1.       Jengkol termasuk suku polong-polongan (Fabaceae).
2.       Buahnya berupa polong dan bentuknya gepeng berbelit membentuk spiral, berwarna lembayung tua.
3.       Biji buah berkulit ari tipis dengan warna cokelat mengilap.
4.       Dalam keadaan matang bijinya keras, namun berubah menjadi lunak dan empuk setelah direbus atau sedikit liat setelah digoreng.
5.       Tekstur inilah yang membuatnya disukai, walaupun beberapa orang juga menyukai konsumsi biji mudanya dalam keadaan mentah yang jauh lebih keras dan pahit.
6.       Kulit biji memiliki getah berwarna keunguan yang meninggalkan jejak yang sulit dihapus dari pakaian.
7.       Semakin tua,warna biji akan mengarah ke warna kuning dan akhirnya merah atau coklat setelah benar-benar matang.
Ciri-ciri jengkol
Buahnya berupa polong dan bentuknya gepeng berbelit membentuk spiral, berwarna lembayung tua.
3
Ada 2 hal yang dilaporkan dalam paragraf 3 yaitu:
1.       Jengkol diketahui dapat mencegah diabetes dan bersifat diuretik dan baik untuk kesehatan jantung.
2.       Tanaman jengkol diperkirakan juga mempunyai kemampuan menyerap air tanah yang tinggi sehingga bermanfaat dalam konservasi air di suatu tempat.
Manfaat jengkol
Jengkol dapat mencegah diabetes, baik untuk jantung dan mampu menyerap air.
4
Ada 4 hal yang dilaporkan dalam paragraf 4 yaitu:
1.       Efek negatif jengkol adalah bau tidak sedap pada urin dan keringat yang muncul setelah mengonsumsi bijinya, terutama bila dimakan segar sebagai lalap.
2.       Selain itu, mengonsumsi berlebihan biji jengkol dapat menyebabkan terjadinya penumpukan kristal di saluran urin, yang disebut "jengkolan".
3.       Ini terjadi karena jengkol mengandung asam jengkolat yang tinggi dan sukar larut di air pada pH yang asam.
4.       Konsumsi berlebihan akan menyebabkan terbentuknya kristal dan mengganggu urinasi.
Efek negatif jengkol
Efek negatif dari jengkol adalah bau tidak sedap dan mengganggu urinasi.
Kesimpulannya: Hal yang dilaporkan dalam teks 1 yaitu mengenai pengertian, ciri, manfaat dan efek negatif jengkol.

2.       Perhatikanlah teks di atas kemudian tentukanlah struktur teksnya!
Struktur paragraf
Letak stuktur dalam teks
Kesimpulannya
Pernyataan Umum
(Paragraf 1)
Jering atau jengkol (Archidendron pauciflorum) adalah tumbuhan khas di wilayah Asia Tenggara.
Bijinya digemari di Malaysia, Thailand, dan Indonesia sebagai bahan pangan.
Pengertian Jengkol
Anggota/aspek yang dilaporkan
(Paragraf 2)
Jengkol termasuk suku polong-polongan (Fabaceae). Buahnya berupa polong dan bentuknya gepeng berbelit membentuk spiral, berwarna lembayung tua. Biji buah berkulit ari tipis dengan warna cokelat mengilap. Dalam keadaan matang bijinya keras, namun berubah menjadi lunak dan empuk setelah direbus atau sedikit liat setelah digoreng. Tekstur inilah yang membuatnya disukai, walaupun beberapa orang juga menyukai konsumsi biji mudanya dalam keadaan mentah yang jauh lebih keras dan pahit. Kulit biji memiliki getah berwarna keunguan yang meninggalkan jejak yang sulit dihapus dari pakaian. Semakin tua,warna biji akan mengarah ke warna kuning dan akhirnya merah atau coklat setelah benar-benar matang.
Ciri-ciri jengkol
Anggota/aspek yang dilaporkan
(Paragraf 3)
Jengkol diketahui dapat mencegah diabetes dan bersifat diuretik dan baik untuk kesehatan jantung.
Tanaman jengkol diperkirakan juga mempunyai kemampuan menyerap air tanah yang tinggi sehingga bermanfaat dalam konservasi air di suatu tempat.
Manfaat jengkol
Anggota/aspek yang dilaporkan
(Paragraf 4)
Efek negatif jengkol adalah bau tidak sedap pada urin dan keringat yang muncul setelah mengonsumsi bijinya, terutama bila dimakan segar sebagai lalap. Selain itu, mengonsumsi berlebihan biji jengkol dapat menyebabkan terjadinya penumpukan kristal di saluran urin, yang disebut "jengkolan". Ini terjadi karena jengkol mengandung asam jengkolat yang tinggi dan sukar larut di air pada pH yang asam. Konsumsi berlebihan akan menyebabkan terbentuknya kristal dan mengganggu urinasi.
Efek negatif jengkol

3.       Tentukanlah ciri kebahasaannya!
1
Frase/kelompok kata
Tumbuhan khas, wilayah Asia Tenggara, suku polong-polongan, bentuknya gepeng berbelit, membentuk spiral, setelah direbus, bau tidak sedap, kesehatan jantung, dll.
2
Kalimat definisi
·   Efek negatif jengkol adalah bau tidak sedap pada urin dan keringat yang muncul setelah mengonsumsi bijinya, terutama bila dimakan segar sebagai lalap.
·   Jering atau jengkol (Archidendron pauciflorum) adalah tumbuhan khas di wilayah Asia Tenggara.
3
Kata Sifat
Khas, digemari, lembayung tua, tipis, cokelat mengkilap, keras, lunak, empuk, liat, disukai, mentah, keras, pahit, sulit, tua, kuning, merah, cokelat, matang, baik, bau tidak sedap, segar, tinggi.
4
Konjungsi dan, tetapi
·   Bijinya digemari di Malaysia, Thailand, dan Indonesia sebagai bahan pangan.
·   Buahnya berupa polong dan bentuknya gepeng berbelit membentuk spiral, berwarna lembayung tua.
·   Semakin tua,warna biji akan mengarah ke warna kuning dan akhirnya merah atau coklat setelah benar-benar matang.
·   Jengkol diketahui dapat mencegah diabetes dan bersifat diuretik dan baik untuk kesehatan jantung.
·   Konsumsi berlebihan akan menyebabkan terbentuknya kristal dan mengganggu urinasi.
5
Kalimat simplek
·    Jengkol diketahui dapat mencegah diabetes dan bersifat diuretik dan baik untuk kesehatan jantung.
6
Kalimat kompleks
·   Dalam keadaan matang bijinya keras, namun berubah menjadi lunak dan empuk setelah direbus atau sedikit liat setelah digoreng.
·   Tekstur inilah yang membuatnya disukai, walaupun beberapa orang juga menyukai konsumsi biji mudanya dalam keadaan mentah yang jauh lebih keras dan pahit.
·   Kulit biji memiliki getah berwarna keunguan yang meninggalkan jejak yang sulit dihapus dari pakaian.
·   Jengkol diketahui dapat mencegah diabetes dan bersifat diuretik dan baik untuk kesehatan jantung.
·   Tanaman jengkol diperkirakan juga mempunyai kemampuan menyerap air tanah yang tinggi sehingga bermanfaat dalam konservasi air di suatu tempat.
·   Efek negatif jengkol adalah bau tidak sedap pada urin dan keringat yang muncul setelah mengonsumsi bijinya, terutama bila dimakan segar sebagai lalap.
·   Selain itu, mengonsumsi berlebihan biji jengkol dapat menyebabkan terjadinya penumpukan kristal di saluran urin, yang disebut "jengkolan".
·   Ini terjadi karena jengkol mengandung asam jengkolat yang tinggi dan sukar larut di air pada pH yang asam.
·   Konsumsi berlebihan akan menyebabkan terbentuknya kristal dan mengganggu urinasi.
7
Kata kerja/ verba
Berbelit, membentuk, berubah, direbus, digoreng, membuatnya, konsumsi, meninggalkan, dihapus, mengarah, mencegah, diperkirakan, kemampuan, menyerap, mengonsumsi, dimakan, menyebabkan, mengandung, mengganggu.
8
Kata benda/ nomina
Jering, jengkol, Asia Tenggara, bijinya, buahnya, biji, buah, kulit biji, getah, pakaian, jantung, tanaman jengkol, air tanah, air, suatu tempat, urin, keringat, lalap, saluran urin, kristal.
9
Istilah teknis/ilmiah
Archidenron pauciflorum, Fabaceae, diabetes, diuretik, kesehatan jantung, konservasi, urin, kristal, saluran urin, asam jengkolat, larut, pH, urinasi.
10
Sinonim
Jering = jengkol, lunak = empuk, disukai = digemari
11
Antonim
Keras x lunak, mentah x matang, direbus x digoreng

Penilaian 3.1
No
Aspek
Nilai
skor mx
11-15
6-10
2-5
1
20
1.
Isi pokok yang tersirat dalam teks laporan hasil observasi
Sesuai
Cukup sesuai
Kurang sesuai
Tidak sesuai

2
Isi pokok yang tersurat dalam teks laporan hasil observasi
11-15
6-10
2-5
1
20
Sesuai
Cukup sesuai
Kurang sesuai
Tidak sesuai

3.
Menentukan hal-hal yang dilaporkan, dalam teks laporan hasil observasi.
11-15
6-10
2-5
1
20
Sesuai
Cukup sesuai
Kurang sesuai
Tidak sesuai

4.
Menentukan ciri kebahasaan dalam teks laporan hasil observasi.
11-15
6-10
2-5
1

Sesuai
Cukup sesuai
Kurang sesuai
Tidak sesuai

Total Skor
60
Penilaian:









B.      Kegiatan Pembelajaran KD 4.1
Peserta didik:
1.       Menafsirkan teks laporan hasil observasi berdasarkan strukturnya.
2.       Menafsirkan teks laporan hasil observasi berdasarkan ciri kebahasaannya.
3.       Menafsirkan teks laporan hasil observasi berdasarkan isinya.
4.       Mempresentasikan teks laporan hasil observasi
5.       Menanggapi teks laporan hasil observasi

Soal untuk KD 4.1
Bacalah teks “Melati” kemudian kerjakanlah latihan berikut!
1.       Tafsirkanlah teks laporan hasil observasi berdasarkan strukturnya!
2.       Tafsirkanlah teks laporan hasil observasi berdasarkan ciri kebahasaannya (kalimat definisi, kata sifat)!
3.       Tafsirkanlah teks laporan hasil observasi berdasarkan isinya!
4.       Presentasikanlah  teks laporan hasil observasi yang telah dikerjakan!
5.       Tanggapilah teks laporan hasil observasi yang dipresentasikan teman kalian!

Melati

                Melati merupakan tanaman bunga hias berupa perdu berbatang tegak yang hidup menahun. Melati merupakan genus dari semak dan tanaman merambat dalam keluarga zaitun (Oleaceae).
                Di Indonesia, salah satu jenis melati dijadikan sebagai "puspa bangsa" atau simbol nasional yaitu melati putih (Jasminum sambac), karena bunga ini melambangkan kesucian dan kemurnian, serta dikaitkan dengan berbagai tradisi dari banyak suku di negara ini. Bunga ini merupakan suatu keharusan hiasan rambut pengantin dalam upacara perkawinan berbagai suku di Indonesia, terutama suku Jawa dan Sunda. Jenis lain yang juga populer adalah melati gambir (J. officinale). Di Indonesia nama melati dikenal oleh masyarakat di seluruh wilayah nusantara.
                Bunga melati bermanfaat untuk bunga tabur, bahan industri minyak wangi, kosmetika, parfum, farmasi, penghias rangkaian bunga dan bahan campuran atau pengharum teh, seperti teh melati yang populer di Indonesia. Air rendaman bunga yang telah bermalam digunakan sebagai penyegar untuk mencuci muka.
                Tapal daun-daun dari beberapa jenis melati dipakai untuk mengobati bisul dan sakit kulit. Daun-daun ini juga digunakan sebagai obat kumur untuk mengobati seriawan dan pembengkakan gusi. 
                Ekstrak akar beberapa jenis melati dimanfaatkan sebagai penurun demam. Rebusan akar melati atau rendaman bunganya dipakai untuk mengatasi radang peparu, bronkitis, dan juga asthma. Akar yang ditumbuk dijadikan tapal untuk menyembuhkan keseleo atau patah tulang. Tingtur (ekstrak dalam alkohol) akar J. sambac memiliki khasiat kuat sebagai penenang (sedativa), anestetik, dan penyembuh luka.

Jawaban:
1.       Struktur teks laporan hasil observasi!
No
Isi teks
Struktur teks
1
Paragraf 1
Pernyataan umum
2
Paragraf 2
Anggota/aspek yang dilaporkan
3
Paragraf 3
Anggota/aspek yang dilaporkan
4
Paragraf 4
Anggota/aspek yang dilaporkan
5
Paragraf 5
Anggota/aspek yang dilaporkan

2.       Teks laporan hasil observasi berdasarkan ciri kebahasaannya (kalimat definisi, kata sifat)!
No
Isi Teks
Ciri kebahasaan
1.
Melati merupakan tanaman bunga hias berupa perdu berbatang tegak yang hidup menahun.
Kalimat definisi
2.
Bunga ini merupakan suatu keharusan hiasan rambut pengantin dalam upacara perkawinan berbagai suku di Indonesia, terutama suku Jawa dan Sunda.
Kalimat definisi
3.
Paragraf 1: Hias, tegak, hidup.
Kata sifat
4.
Paragraf 2: Putih, kesucian, kemurnian, tradisi, popular, dikenal.
Kata sifat
5.
Paragraf 3: Wangi, popular.
Kata sifat
6.
Paragraf 4: -
Kata sifat
7.
Paragraf 5: demam, khasiat, kuat.
Kata sifat

3.       Isi teks laporan hasil observasi.
No
Isi teks
Struktur teks
1
Paragraf 1: Pengertian melati
Pernyataan umum
2
Paragraf 2: Jenis melati
Anggota/aspek yang dilaporkan
3
Paragraf 3:Manfaat bunga melati
Anggota/aspek yang dilaporkan
4
Paragraf 4: Manfaat daun melati
Anggota/aspek yang dilaporkan
5
Paragraf 5: Manfaat akar melati
Anggota/aspek yang dilaporkan




4.       Presentasi laporan hasil observasi
5.       Tanggapan hasil laporan teman
No
Aspek
Nilai
Skor maks.
1
Kesesuaian isi teks
Sesuai
(20)
Cukup
(11-19)
Kurang
(5-10)
Tidak
(1-5)
20

Total skor 1
20
2
Mempersentasikan teks
·         Dengan santun
Santun
(20)
Cukup
(11-19)
Kurang
(5-10)
Tidak
(1-5)
20
·         Kepercaan diri
Sangat
(20)
Cukup
(11-19)
Kurang
(5-10)
Tidak
(1-5)
20
·         Penggunaan  bahasa yang komuikatif
Sesuai
(20)
Cukup
(11-19)
Kurang
(5-10)
Tidak
(1-5)
20
Total skor 2
60
3
Mengomentari teks
·         Dengan santun
Santun
(20)
Cukup
(11-19)
Kurang
(5-10)
Tidak
(1-5)
20
·         Kepercaan diri
Sangat
(20)
Cukup
(11-19)
Kurang
(5-10)
Tidak
(1-5)
20
Total skor 3
40
Total skor 1+2+3
120
Penilaian:




Tidak ada komentar:

Posting Komentar